Postingan Populer

Everything beautiful is not necessarily good, but everything good is certainly beautiful.

Mereka yang tida sukses karena mereka tidak punya mimpi dan berfikir monoton dan mempertahankan cara-cara lama, tetapi mereka yang sukses adalah mereka yang mempunyai, mimpi, harapan dan berusaha lebih baik meskipun banyak rintangan, simak my succes Story

Budaya merupakan khasanah bangsa yang harus kita lestarikan

Filosofi dan makna Budaya Upacara Sekatan Yogyakarta yang mampu menjadi simbol-simbol dakwah Islam. Mari kita simak pada artikel ini.

Librarian is Limited Corruption

Profesi Pustakawan tidak boleh dipandang sebelah mata, mereka lah akar dari penyedia sumber informasi. Profesi yang mulia dan limit terhadap korupsi. Simak artikel ini

where there is a will, there is a way. never desperate in our life nothing imposible in our life, everything is possible

Hati suci selalu benar, tetapi gejolak hati selalu mengubah hasrat hati suci. Orang yang ada dalam hati suci adalah orang yang taqwa dan beriman. Itulah tantangan hidup

Make the disappointments of the past into a successful weapon in the future.

Library is the growing organism

Kemajuan penerapan teknologi di perpustakaan merupakan tolak ukur kemajuan perpustakaan tersebut. bagaimana dampaknya? simak pada artikel ini

Senin, 20 Mei 2013

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN


Oleh : Heni Setiyaningsih
Di era globalisasi ini  perkembangan teknologi semakin cepat dan cangih. Kemajuan yang paling terlihat adalah para pengguna teknologi informasi dalam proses pengolahan data menjadi informasi yang begitu cepat. Terlebih lagi dengan hadirnya internet dapat mempercepat ketersediaan dan pertukaran informasi diseluruh dunia sehingga memudahkan kita dalam mengakses informasi kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas oleh waktu. Peranan teknologi didalam perpustakaan sangat diperlukan mengingat perpustakaan erat kaitannya dengan informasi yang dibutuhkan pengguna, oleh karena itu perpustakaan harus dapat menyediakan informasi dengan cepat, tepat dan mudah. menurut Shiyali Rammamrita Rangathan Library is the growing organism” yang berarti perpustakaan adalah organisasi yang berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan dituntut untuk lebih aktif, dinamis, cepat, tepat dan sistematis dalam segala hal, baik dalam pelayanan maupun sumber informasi yang disajikan mengingat tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan informasi yang semakin tinggi dan mereka menginginkan informasi tersebut didapat dengan cepat. Hal ini dilakukan agar keeksistenan perpustakaan dapat dipertahankan ditengah maraknya penyedia informasi yang lebih canggih. Dari pemaparan di atas dapat ditarik rumusan masalah apa itu teknologi informasi? apa itu perpustakaan? bagaimana dampak teknologi informasi dalam perpustakaan?
 Menurut William & Sawyer, (2003) teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu manusia  dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. (Martin, 1999). Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi data, menyebar informasi  baik informasi berupa gambar, suara, video, informasi lain sehingga dapat digunakan sebagai strategi pengambilan keputusan. Jadi teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer tetapi gabungan dari teknologi komputerdan  teknologi komunikasi.
Menurut Sulistio Basuki (1991), perpustakaan adalah suatu gedung, ruang, yang dibuat untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang tesusun menurut tatanannya. Sedangkan pengertian perpustakaan menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.  Sedangkan menurut IFLA (International Federation of Library Association and Instutiutions) perpustakaan adalah kumpulan materi tercetak dan noncetak atau sumber informasi yang disusun secara sistematis untuk digunakan pemakai. Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan merupakan suatu lembaga yang bertugas menyediakan, mengelola, menyimpan dan menyebarkan sumber informasi, baik dalam bentuk tercetak maupun non cetak dengan cara yang sistematis untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Sedangkan tujuan perpustakaan adalah sebagai tempat penelitian, penyimpanan informasi, pendidikan, culture, rekreasi.
 Perpustakaan erat kaitanya dengan informasi, sehingga dibutuhkan teknologi informasi untuk mendukung informasi tersebut agar mudah ditemukan oleh pengguna,  hal ini dapat memberi dampak pula pada tingkat minat pemustaka untuk memanfaatkan perpustakaan selain itu dengan pernerapan teknologi informasi tentu saja akan membawa dampak dalam kegiatan-kegiatan perpustakaan dalam mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi.
Adapun dampak dari perkembangan teknologi informasi dalam kegiatan-kegiatan perpustakaan adalah :
a.         Meringkankan beban pekerjaan pustakawan di perpustakaan sehingga pekerjaan lebih efektif dan efisien. Sebelum adanya teknologi informasi di perpustakaan, kegiatan di perpustakaan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama, dengan adanya otomasi perpustakaan kegiatan pengkatalogan, penelusuran, pengambilan keputusan dan lain-lain dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah.
b.        Pertukaran informasi dan kerjasama dengan perpustakaan lain menjadi lebih mudah dan cepat karena semua informasi dapat diakses melalui internet dan dapat dilakukan secara virtual tanpa harus bertatap muka.
c.         Dapat meningkatkan citra dan pencitrakan perpustakaan.
d.        Dapat memudahkan mempromosikan produk perpustakaan melalui website.
e.         Memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan terkait dengan pendendaan, pengadaan, wedding dan lain-lain.
Adapun dampak penerapan teknologi informasi di perpustakaan untuk pengguna perpustakaan :
a.         Dapat mempermudah temu kembali informasi sehingga tidak membuang-buang waktu yang lama.
b.        Pemustaka dapat menelusuri dan menggunakan layanan perpustakaan dengan madiri tanpa mengantri seperti pada konsep perpustakaan konvensional.

Dampak negatif dari teknologi informasi di perpustakaan antara lain :
a.         Hubungan antara pustakawan dan pemustaka menjadi kurang harmonis karena ketergantungan mereka terhadap teknologi.
b.        Biaya perbaikan dan operasional teknologi informasi yang semakin tinggi.
Penerapan teknologi informasi di perpustakaan merupakan wujud dari suatu perubahan layanan. Teknologi Informasi menjadi senjata yang paling utama mempercepat kinerja, menjadi dasar untuk pengambilan keputusan, Sehingga konsep ini mampu mengubah konsep perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan modern. Menyadari begitu kompleknya manfaat teknologi informasi bagi perpustakaan, oleh karena itu sudah sewajarnya jika para pengelola untuk merealisasikan teknologi di perpustakaan. Penerapan teknologi informasi akan memberikan nilai tersendiri bagi perpustakaan dan bagi instutusinya. Mengingat biaya operasional teknologi informasi sangat tinggi, perpustakaan haruslah siap menghadapi tantangan globalisasi zaman, oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang memadai dan professional sesuai dengan kompetensinya. Selain itu pustakawan juga harus mampu menyikapi perkembangan teknologi informasi agar hubungan antara pustakawan dan pemustaka tetap terjalin secara harmonis. Kemajuan suatu perpustakaan tidak dilihat dari seberapa banyak koleksi yang dimiliki didalam perpustakaan tetapi seberapa banyak pengguna perpustakaan dan seberapa besar penerapan teknologi di perpustakaan.  
Referensi :
·      Suprianto, wahyu. 2008. Teknologi Informasi Perpustakaan .Yogyakarta :Kanisus.


Senin, 13 Mei 2013

LIBRARY 3.0 : KONSEP PERPUSTAKAAN MASA KINI

Telah kita ketahui sebelumnya bahwa dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan (UU No 43 Th 2007) menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.  Library is the growing organism” yang berarti perpustakaan adalah organisasi yang berkembang. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, perpustakaan dituntut untuk lebih aktif, dinamis, cepat, tepat dan akurat dalam segala hal baik dalam pelayanan maupun penelusuran sumber informasi. Hal ini dilakukan agar keeksistensian perpustakaan dapat dipertahankan di tengah maraknya penyedia informasi yang lebih canggih yang menjadi kompetitor bagi perpustakaan Sehingga perpustakaan harus memahami konsep teknologi yang bagaimana agar tetap berkembang dan tidak di tingggalkan oleh penggunanya.Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan cepat perpustakaan kini telah menerapkan konsep perpustakaan yang berbasis teknologi seperti library 2.0. Apa sih sebenarnya library 2.0? Library 2.0 adalah Menurut Nugraha (2012:4), Library 2.0 adalah model perpustakaan yang layanannya beriorientasi kepada user/patron, kolaborasi antara pustakawan-user, pustakawan-pustakawan dan melibatkan penerapan teknologi web 2.0 pada sistem informasi dan website perpustakaan. Dengan adanya konsep Library 2.0 ini akan mampu memenuhi berbagai kebutuhan dari generasi – generasi yang mengakses perpustakaan.
Sebenarnya konsep library 2.0 sudah mulai ditinggalkan di dunia internasional, jika kita mengintip konsep Perpustakaan terbaru yaitu konsep library 3.0, konsep library 3.0 merupakan tranformasi lanjutan setelah konsep library 2.0. Dengan tranformasi web yang akan berciri semantik serta ontologi maka web juga berkembang menjadi Web.3.0. Kondisi inilah yang memungkinkan pengembangan konsep Perpustakaan 3.0. Konsep terakhir ini nampaknya akan sangat mempengaruhi cara kerja pustakawan dalam mendeskripsikan pustaka yang berupa multimedia. Dan bagaimana aplikasi web 3.0 dalam perpustakkan ? Yang paling menonjol adalah :
Semantic Web: web Semantic akan memberikan kita pilihan untuk berbagi, bersatu, mencari dan mengatur informasi web dengan cara yang mudah. Layanan Opac yang di konsep one stop service.  Virtual Reference Service untuk melayani pengguna yang jauh dari perpustakaan. GeoTagging ini membantu pengguna untuk menemukan informasi spesifik yang terletak di lokasi tertentu. Ontologies adalah teknik untuk memberikan hubungan semantik kaya antara istilah dan pikiran pengetahuan. Ubiquitous contents konsep ini mengarah pada berbagai bentuk informasi dapat diakses dimana saja tanpa terbatas waktu dan dapat mengggunakan perangkat apa saja.
 Pada dasarnya ruang lingkup library 3.0 adalah untuk membangun hubungan semantik antara semua isi web yang tersedia untuk memastikan aksesibilitas, kemampuan pencarian yang cepat dan relevan, ketersediaan dan kegunaan. Pustakawan harus proaktif terhadap penggunaan alat dan teknologi terbaru untuk menciptakan sistem perpustakaan virtual. Tetapi tujuan utama pada dasar tetap sama yakni informasi yang tepat kepada pengguna yang tepat pada waktu yang tepat.



Sabtu, 11 Mei 2013

UPACARA GREBEG DI JOGJAKARTA.



          
  Grebeg merupakan upacara keagamaan kraton yang di adakan  tiga kali dalam setahun bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw ( Grebeg maulud ), Hari Raya Idul Fitri ( Grebeg Syawal ), Hari Raya Idul Adha ( Grebeg Besar ). Pada hari itu Sri Sultan berkenaan memberi sedekah berupa gunung-gunungan berisi makanan dan lain0lain kepada rakyat. Upacara semacam itu di sertai dengan upacara penembahan Tuhan Yang Maha Kuasa oleh Sri Sultan sendiri di Sitihinggil-Utara dan kemudian pembacaan doa oleh kyai penghulu untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, kagungan agama dan kebahagiaan serta keselamatan kraton, nusa dan bangsa pada umumnya
Dalam buku Upacara Tradisional Sekaten Daerah Istimewa Yogyakarta yang ditulis Soepanto dkk, dijelaskan bahwa Upacara Sekaten pada awalnya adalah suatu upacara yang diselenggarakan tiap tahun oleh raja-raja di Tanah Hindu, berwujud selamatan atau sesaji untuk arwah para leluhur dan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama disebut Aswameda . Sesaji itu diselenggarakan selama enam hari, yang dilakukan dengan doa-doa dan nyanyian-nyanyian pujian disertai dengan tatabuhan yang mengandung arti memuja arwah leluhur, untuk memohon berkat dan perlindungan. Kemudian tahap kedua disebut Asmaradana , yang diselenggarakan pada hari ketujuh, merupakan penutup tahap yang pertama. Dalam tahap ini diselenggarakan pembakaran dupa besar, disertai dengan mengheningkan cipta atau semedi. Dengan masuknya agama Hindu ke Jawa, maka upacara Asmaweda dan Asmaradana masuk pula ke dalam budaya Jawa. Dan pada jaman Hindu Jawa, raja-raja Jawa juga melestarikan upacara yang diwarisi tersebut.
Hal itu ternyata berlanjut pada abad ke-14 ketika agama Islam mulai berkembang di tanah Jawa. Pada saat itu para pemuka agama Islam disebut wali. Wali yang terkenal pada masa itu berjumlah sembilan dan karena itu disebut Wali Songo. Oleh Wali Songo, upacara Asmaweda dan Asmaradana itu digunakan sebagai sarana menyebarkan agama Islam dan dilakukan dengan cara-cara yang Islami. Grebeg merupakan salah satu metode penyebaran agama islam pada waktu itu dengan pendekatan budaya. Metode ini dipakai karena pada saat itu budaya dan seni bekembang dengan baik. Melalui metode ini, islam disebarkan dengan memasukan berbagai ajaran islam dengan asimilasi dan akulturasi. Gong Sekaten adalah ciptaan Sunan Kalijaga yang mempunyai falsafah mengajak orang masuk Islam. Yaitu : Keneng bunyinya nong nong nong., Kempul suaranya pung-pung-pung., Kendang bunyinya nggum. Semua gamelan itu bila dibunyikan bersama akan membentuk suara kesatuan yang unik yaitu: Nong-ning, nong kana nong kene, pumpung mumpung-mumpung, pul-pul-pul, ndang-ndang-ndang endang-endang tak ndang ndang tandang nggur, jegum.
Artinya ialah: di sana di situ, di sini, mumpung masih ada waktu atau masih hidup, berkumpullah dan cepat-cepat masuk agama Islam..
Sekaten berasal dari bahasa Arab Syahadatain yang mengandung makna dua kalimat syahadat. Pertama, bersaksi bahwa tak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah. Kedua, bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Karena susah mengucapkan, akhirnya kata itu menjadi sekaten. Tradisi penyelenggaraan perayaan sekaten itu lantas berlanjut pada masa Kerajaan Mataram pertama di bawah pemerintahan Panembahan Senopati. Kini sekaten menjadi suatu tradisi di Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Hal tersebut sesuai dengan salah satu kewajiban seorang Sultan yaitu Sayidin Panata Gama, yaitu pemimpin agama yang berkewajiban menyebarkan agama islam.
Dalam upacara sekaten banyak mengandung simbol-simbol yang mempunyai makna untuk dakwah islam. Simbol – simbol yang disajikan mengandung pola-pola berpikir, dan nilai-nilai yang ingin diwujudkan. Simbol-simbol yang disajikan di dalamnya terkandung ajaran-ajaran Islam itu sendiri.
Sebelum diadakan sekaten biasanya diadakan malam sekaten yang di mulai dengan pengambilan tanah dan air dari 7 sumber mata air diantaranya Pengging, Cokrotulung, Masjid Demak, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Tarub guna pembuatan tungku yang akan digunakan untuk ritual Hajaddalem Adhang Nasi dengan menggunakan dandang Kyai Dudo. Malam sekaten biasanya diadakan di Pagelaran dan Alun – alun Utara Karaton.
Setelah proses persiapan acara grebeg Yogya selesai. Keesokan harinya adalah dimulainya arak-arakan. Prosesi rebutan gunungan atau yang dikenal sebagai grebeg ini diawali dengan arak-arakan prajurit kraton mengelilingi Kraton Yogyakarta. Setelah itu, barulah gunungan dikeluarkan untuk dibawa ke Masjid Gede yang terletak di alun-alun utara. Prosesi iring-iringan ini didahului oleh prajurit Bugis yang lantas disusul para abdi dalem sipat bupati, dan baru Kagungan Dalem Pareden (gunungan) yang terdiri dari enam gunungan. Keenam gunungan itu meliputi 2 buah gunungan lanang, 1 gunungan wadon, 1 gunungan gepak, 1 gunungan darat, serta 1 gunungan pawuhan. Semua gunungan itu dipenuhi oleh hasil pertanian seperti kacang panjang dan jagung. Dalam prosesi arak-arakan, salah satu gunungan lanang dibawa menuju Paku Alaman dan kemudian dibawa ke lapangan Sewandanan untuk diperebutkan pula. Ketika dibawa ke Paku Alaman, gunungan lanang ini dikawal lima ekor gajah.
Rebutan gunungan atau upacara grebeg diartikan merupakan simbol komunikasi kultural antara raja dan rakyatnya. Bahwa raja bisa sangat dekat dan memperhatikan rakyatnya (kawulo-nya). Ini ditandai dengan sang raja memberikan sejumlah hasil pertanian untuk rakyatnya. Sebetulnya, dalam tradisi perayaan sekaten ini tak hanya gunungan dan udhik-udhik yang sarat dengan berkah. Namun muncul pula ndok abang (telur yang diwarnai merah) serta kinang. Telur merah ini dipercaya sebagai penolak bala, sedangkan kinang jika dikunyah pas ketika gamelan berbunyi, dipercaya mampu membuat orang awet muda. 


Sumber : http://is.gd/SgRVMj dan R.Murdani Hadiatmaja (guide kraton)
 

Minggu, 21 April 2013

THIS IS MY SUCCES STORY...

Lets talk about library science 
and my Experience 
Hello guys...Nama saya adalah Heni Setiyaningsih, semester 4 jurusan Ilmu perpustakaan di UIN sunan Kalijaga, untuk lebih jelasnya lihat di profil saya aja :-). Soalnya saya fokusnya ingin bercerita tentang kisah saya yang mau murtad dari jurusan ilmu perpustakaan dan tenyata di sadarkan oleh Allah :-)
        Sebelum membahas tentang kisah hidup saya tentang kegalauan saya karena masuk ilmu perpustakaan.  Saya akan berbicara kenapa saya memilih dijurusan Ilmu perpustakaan, dibanding dengan jurusan lain. Awalnya saya masuk ilmu perpustakaan itu karena rekomendasi dari salah satu pustakawan waktu saya masih duduk dibangku SMK. Saya bingung antara memilih jurusan perhotelan di STIPRAM atau Ilmu Perpustakaan di UIN. Dan saya mendapat informasi dari berbagai teman bahwa lulusan ilmu perpustakaan saat itu baru sedikit, akhirnya saya mantap masuk ilmu perpustakaan. Singkat cerita akhirnya saya diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, satu dua semester saya lalui tetapi dalam hati saya belum tumbuh rasa kepustakawanan saya, saya berfikir oooo...ternyata ini toh jurusan ilmu perpustakaan, hanya “bergelut dengan buku”  dengan bahasa dan kode yang rumit dan memusingkan dan banyak mendapat cibiran dari teman, orang, sahabat dan lain-lain. Mereka berpendapat saya adalah generasi penerus “penjaga buku” tragis dan miris itulah yang ada di benak saya sempat saya ingin pindah jurusan,  tetapi inilah pilihan saya yang harus saya pertanggung jawabkan oleh orang tua saya. Akhirnya saya mulai mengubah cara pandangan saya mengenai perpustakaan dengan cara banyak bertanya kepada orang yang sukses berkecimpung di perpustakaan, mengikuti organisasi dan mengikuti seminar-seminar tentang perpustakaan dan alhamdulilah ada pencerahan pada semester tiga, saya dapat mengubah padangan saya “libraran is not book keeper”, karena pustakawan adalah orang yang mampu menyediakan sumberi informasi yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna. Sebuah profesi yang mulia sebagai penyebar informasi ilmu kepada masyarakat :-). Meskipun jurusan ilmu perpustakaan itu tidak hanya bisa jadi pustakawan saja, banyak yang bekerja di kantor kearsipan, Bank dan lain sebagainya.
Setelah saya banyak mengikuti seminar mengikuti organisasi di jurusan Ilmu perpustakaan dan terjun langsung ke masyarakat, pada waktu pengolahan di perpustakaan SD N jetis wetan klaten, pengolahan di perpustakaan SLB 1 Yogyakarta dan sekarang bakti pustaka di TBM PSS daerah Dagen yang masih berlangsung sampai saat ini yang saya rasakan adalah mengenal masyarakat itu ternyata mengasikkan dapat menambah wawasan, mengetahui perilaku masyarakat dan lain sebagainya. Saya juga terinspirasi oleh para kisah dosen yang perjuanganyan luar biasa yang akhirnya sukses seperti Ibu Nuning pustakawan pasca sarjana yang awalnya bukan lulusan dari ilmu perpustakaan bisa bekerja di Perpustakaan Pasca sarjana Uin dan menjadi dosen setelah dia melanjutkan kuliah di jurusan ilmu perpustakaan kembali, selain itu ibu Rumani Pustakawan UGM sekaligus dosen di jurusan ilmu perpustakaan di UIN, termasuk ibu Labibah Zain yang cetar membahana yang sudah keluar masuk luar negeri :-), tetapi kalau memotifasi calon mahasiswanya untuk selalu narsis dan eksis sangat mengena sampai hati. :-) sehingga menjadi lebih PD ketika mengatakan i’m major librarian science :-).
Pengalaman saya sewaktu observasi di SMKN 4 Yogyakarta (yang kebetulan memang saya dulu sekolah di sana) , Ketika itu Ibu Nik Mujiyati (Kepala perpustakaanSMK 4 Yk) yang kebetulan mengenal saya malah menawarkan kalau sudah lulus untuk mengantikan beliau, karena beliau sebentar lagi akan pensiun. Entah bercanda ataupun serius tetapi ini adalah saya anggap sebagai tawaran yang dapat memicu saya untuk menjadi kepala perpustakaan, selain itu juga menjadi dosen :-) ...Jadi pada intinya jurusan ilmu perpustakaan tidak hanya jadi pustakawan saja tetapi kita juga bisa jadi penulis, dosen, kepala perpustakaan, bisa bekerja di bank maupun kantor kearsipan dan lain-lain. Semua orang bisa memiliki harapan cita-cita yang tinggi, semua itu diawali dari sebuah mimpi, harapan, cita-cita dan dan usaha yang mereka kerjakan.
“Mereka yang tida sukses karena mereka tidak punya mimpi dan berfikir monoton dan mempertahankan cara-cara lama, tetapi mereka yang sukses adalah mereka yang mempunyai, mimpi, harapan dan berusaha lebih baik meskipun banyak rintangan. Keep spirit buat kita semua”
 :-) Hidup Ilmu perpustakaan :-)


Ini beberapa lampiran foto ketika saya melakukan pengolahan bersama teman-teman organisasi liberty dikit aja yaaa hanya sebagai simbolis saja :-) mungkin tidak muat jika saya tampilkan semua kegiatannya :-)


 Pengolahan di SLB 1 Yogjakarta




Pengolahan TBM PSS Sosromenduran





Pengolahan perpustakaan SD N jetis wetan klaten





Sekian dulu yaa berbagi kisahku, semoga bermanfaat buat kita semua :).
Dan dapat menjadi inspirasi
Mari kita sharing bersama tentang dunia perpustakaan :-)





Selasa, 26 Maret 2013

macem jejaring sosial

MySpace adalah situs jaringan sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik dan video untuk remaja dan dewasa di seluruh dunia. Markas situs ini terletak di Beverly Hills, California, Amerika Serikat. Tetapi pada tahun 2005, News Corp membeli MySpace dengan harga 580 juta dollar AS dan MySpace resmi berpindah tangan menjadi milik News Corporation.





2. Friendster

Friendster, yang ide penamaannya berasal dari nama Napster, adalah sebuah situs web jaringan sosial di mana seorang pengguna akan membuat identitas maya dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan account di Friendster. Dalam Friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita dan teman dari teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.
Friendster dimulai sejak tahun 2002 oleh Jonathan Abrams dan sekarang sudah melewati masa beta test. Sejak awal 2005, Friendster juga telah memulai fitur blog. Bahasanya juga sudah multi-language. Dan kini sudah ada versi untuk mobile-nya.

3. Hi5

Hi5 adalah salah satu situs jejaring sosial. Situs ini pada tahun 2008 termasuk salah satu dari 20 situs jejaring sosial yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di seluruh dunia (sebagian besar orang yang mengunjungi Hi5 terinstall toolbar Alexa dalam browser mereka. Pendiri Hi5 sendiri yakni Ramu Yalamanchi pada tahun 2003 yang juga menjabat sebagai CEO. Pada bulan Januari 2009, Hi5 mengklaim dirinya memiliki lebih dari 60 juta anggota atau member aktif.


www.hi5.com


4. Facebook


Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serika, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.


www.facebook.com


4. Twitter


Twitter adalah suatu situs web layanan jaringan sosial dan mikroblog yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan "pembaharuan" berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp.

Kesuksesan Twitter membuat banyak situs lain meniru konsepnya, kadang menawarkan layanan spesifik lokal suatu negara atau menggabungkan dengan layanan lainnya. Suatu sumber bahkan menyebutkan bahwa paling tidak ada 111 situs web yang memiliki layanan mirip dengan Twitter.


5. Linked In



LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Sampai September 2007 situs ini memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya.

CEO LinkedIn saat ini adalah Dan Nye dan kantornya berlokasi di Mountain View, California. Perusahaan ini didanai oleh Greylock, Sequoia Capital, Bessemer Venture Partners, serta European Founders Fund. LinkedIn mulai meraih keuntungan (arus kas positif) sejak Maret 2006

6. FUPEI


Jika anda melihat judulnya pasti anda terkecoh karena pasti anda menebak situs ini berbau Jepang atau Cina. Ternyata anda salah, situs ini buatan anak Indonesia asli. FUPEI adalah kependekan dari Friends Uniting Program Especially Indonesian adalah sebuah situs jaringan sosial yang berdiri pada bulan Mei 2004 menyediakan ruang gerak untuk kegiatan pertemanan bagi penggunanya secara interaktif. Berawal dari booming situs-situs jaringan sosial seperti friendster pada tahun 2004, FUPEI yang turut ikut memberikan sebuah ruang untuk pengguna internet di Indonesia merupakan sebuah bentuk user-generated-content yang mencakup foto, musik, video, dan lain-lain. Pengguna-pengguna tersebut kemudian dikenal dengan nama fupeis.

7. Bebo


Bebo adalah sebuah situs jejaring sosial yang popular yang dibuat pada bulan Januari 2005. Ini banyak dipakai di beberapa Negara termasuk Irlandia, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru dan Australia. Versi bahasa Polandia sudah dirilis yang menggunakan database user yang berbeda. Ada planning untuk merilis versi bahsa Prancis, German dll. Dibuat oleh suami dan istri Michael dan Xochi Birch, Bebo diluncurkan secara resmi pada bulan Juli 2005.
Lalu AOL (America OnLine) membelinya pada 13 Maret 2008 sekitar 850 juta dollar.
"Bebo" adalah kependekan dari "Blog early, blog often".


8. Orkut

Situs jejaring sosial ini dilaunching pada tanggal 22 Januari 2004 oleh Google Inc. Situs ini merupakan dari karyawan Google sendiri, jadi bukan merupakan hasil akuisisi dari pihak manapun. Dinamai Orkut, karena nama itu sebagai bentuk dedikasi Google terhadap kreatornya yang bernama Orkut Büyükkökten. Orkut tidak begitu populer di Indonesia. Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, pengguna Orkut kebanyakan dari negeri Samba (Brasil) dengan presentase sebesar 51.09% kemudian diikuti oleh India 20.02% (Data dirilis Desember 2009).

Orkut juga mendukung banyak bahasa (multilingual) seperti jejaring sosial pada umumnya. Orkut memiliki jumlah user sebanyak 200 juta orang diseluruh dunia.

9. Yahoo! Meme

Sudah tahu-lah siapa yang membuat situs jejaring ini. Yahoo! Yap, Yahoo! merilisnya merilisnya pada bula Agustus 2009. Yahoo! Meme atau sering disebut juga Yahoo! Mim, nama meme sendiri tidak memiliki arti khusus. Namun, istilah "meme" di web dikenal sebagai sesuatu yang menyebar dengan cepat dan perhatian semua orang.

Istilah ini diambil dari sebuah buku berjudul "The Selfish Gene" karya Richard Dawkins yang diterbitkan pada tahun 1976. Kata "meme" menurut Richard Dawkins mengacu pada suatu kepingan kecil dari budaya atau perilaku yang kemudian menduplikasi menjadi banyak di kalangan orang-orang, serupa dengan yang terjadi pada gen dalam bidang biologi. Jadi harapan Yahoo! memberi nama "Meme" tidak lain tidak bukan supaya Yahoo! Meme menyebar dengan cepat, seperti duplikasi gen dalam biologi.

Yahoo! Meme hampir mirip seperti Twitter. Kenapa mirip ? Yahoo! Meme memiliki kemiripan fitur seperti Twitter yakni @reply (balasan) dan direct messages. Meme juga memiliki kemiripan lainnya yakni menganut sistem follower seperti Twitter dan juga Repost (yang dalam Twitter dikenal dengan Retweet).

10. Koprol

Ternyata Yahoo! memiliki dua situs jejaring sosial yakni Meme dan satu lagi Koprol. Tidak seperti Meme, entah kenapa saya cukup bangga dengan Koprol ? Apa pasal ? Karena ternyata Koprol merupakan salah satu jejaring sosial made in Indonesia. Koprol tergolong unik karena jika anda check-in (log-in) dengan ponsel, ponsel anda dapat berfungsi sebagai GPS tanpa adanya aplikasi GPS di ponsel tersebut. Setelah anda log-in anda dapat melihat user lain yang sedang ada di lokasi yang sama (kota yang sama).

Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, sistem kerja Koprol merupakan gabungan dari sistem lifestream Twitter, sistem komentar Plurk, dan sistem lokasi seperti Brightkite. Keunggulan inilah yang membuat Yahoo! tertarik mengakuisisi Koprol pada tanggal 25 Mei 2010 dengan nilai yang tidak disebutkan.

11. Tumblr


Tumblr, sekarang menjadi salah satu jejaring yang banyak diminati kalangan muda. Salah satu micro-blog atau jejaring sosial yang anda dapat coba. Tumblr dibuat oleh David Karp pada tahun 2007 dan sampai sekarang sudah memiliki user kurang lebih sebanyak 3 juta orang. Berdasarkan posting David Karp di Tumblr Staff blog pada 15 Maret 2010, rata-rata 2.000.000 posting dibuat dan 15.000 pengguna baru setiap harinya.
12. Plurk
Plurk, pasti sudah banyak yang dengar dan pakai jejaring sosial satu ini. Plurk dirilis pada tanggal 12 Mei 2008. Plurk sendiri sangat populer di Taiwan, Filiphina dan Indonesia. Plurk sendiri merupakan akronim dari Peace, Love, Unity, Respect dan Karma. Plurk memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan jejaring sosial lainnya, yakni plurk akan memberikan reward kepada plurker (sebutan bagi user plurk) yang dikenal dengan nama karma. Karma akan diberikan berdasarkan jumlah response terhadap plurk yang di posting seseorang, keaktifan dalam pertemanan dan jumlah perekrutan anggota baru.
13. Google +
Yak. Ini dia layanan jejaring sosial yang paling anyar dari Google. Setelah (mungkin) gagal dengan jejaring sosial atau layanan yang dulu pernah dirilis seperti Orkut, Google Wave dan Google Buzz akhirnya Google mampu berbangga hati. Layanan terbaru dari Google ini meskipun masih versi beta, namun sudah banyak teman-teman saya yang tak sabar ingin menjajal fitur apa saja yang ada di dalamnya.


Google + (Plus.red) ternyata sudah mampu menyedot perhatian banyak orang dan termasuk saya. Menurut para pakar IT, Google + merupakan pesaing kuat bagi Facebook, bahkan Google sendiri sepertinya merasa bahwa Google + tidak lama lagi akan menggulingkan Facebook. 
Tapi sayangnya untu saat ini, Google + hanya dapat digunakan bagi segelintir orang saja dan hanya bisa dinikmati via undangan dari para pengguna yang sudah terdaftar karena Google + untuk saat ini masih dalam uji coba alias beta version. Lihat ulasan lengkapnya disini.
Screenshot Google +. Miripkah dengan Facebook ?
14. Heello
Ya ini dia salah satu jejaring sosial (social networking) terbaru setelah Google + (Plus) yang di rilis bulan Juni lalu. Jejaring sosial yang satu ini baru saja dirilis beberapa hari yang lalu (Rabu, 13/8/2011). Heello digadang-gadang bakal jadi pesaing utama twitter.

Heello di dibuat dan dirilis oleh Noah Everett (yang juga "menemukan" Twitpic). Bisa dibilang ini Hello merupakan kloning dari saudara tuanya yakni Twitter. Lihat saja beberapa tampilannya yang hampir mirip. Mulai dari batas karakter untuk sharing status, username yang menggunakan @username seperti Twitter, Replies dan sebagainya. Lihat ulasan lengkapnya disini.


Semoga bermanfaat. Ditunggu komentarnya. :) 
Diposting oleh Aditya Doni
Dibuat pada 23 Maret 2009
Diupdate pada Sabtu, 15 Agustus 2011